Ruas jalan kabupaten ramai oleh lalu lalang kendaraan. Masyarakat beraktivitas mengisi sore hari dengan jogging, jajan, atau hanya sekedar ngobrol santai di trotoar. Apalagi di area taman pendopo Ronggosukowati, pedagang kaki lima berjejer menunggu pembeli. Waktu itu, saya dan panitia V-Fest—yang notabene-nya adalah teman kelas KPI—sedang mempersiapkan acara closing ceremony di peringgitan pendopo Ronggosukowati. Kami menata kursi, memasang banner, pameran foto, meja check-in, menggelar karpet merah, dekorasi bunga dan lainnya. Saat sedang khusyuk prepare itu, saya dipanggil oleh salah seorang teman, katanya ada yang ingin bertemu. “Lan, ada yang punya perlu. Sana ke musholla,” ucap teman saya. Sekilas saya masih melanjutkan pekerjaan, sedikit mengabaikan panggilan itu. Hingga beberapa menit setelahnya, Mufti—orang yang jarang ngobrol dengan saya (kecuali ada hal penting)—datang dan mengajak saya segera ke musholla samping pendopo. Terpaksa saya kesampingkan pekerjaan dan berjalan ...
Tepat tanggal 09 Maret lalu, kami satu kelas KPI mengadakan buka bersama. Selain karena untuk menjalin silaturrahmi, juga karena fomo aja ikut-ikutan kelas lainnya. Tidak ada seremonial, yang ada hanya datang dan ngobrol perihal random, sesuai dengan keinginan masing-masing—sembari menunggu adzan Maghrib dan anggota kelas yang terlambat datang karena tersasar di jalan. Setelah prosesi buka bersama selesai, kami untuk pertama kalinya membuka percakapan tentang rencana pelaksanaan event untuk memenuhi tugas UAS sebuah mata kuliah. Ini baru terpikirkan saat itu juga, karena melihat deadline yang diberikan oleh dosen sudah dekat dan kebetulan 97% anggota kelas hadir. Karena masih pertama kalinya, maka yang harus kami rembukkan adalah susunan panitia. Buka bersama Kami bergeser dari Temu Coffee—tempat kami buka bersama—ke monumen Arek Lancor untuk melanjutkan permusyawaratan. Di sana kami membahas konsep acara yang kemudian hasilnya akan kami setorkan pada dosen pengampu untuk dikaji da...