![]() |
Dunia perkuliahan mengenalkan saya pada banyak hal yang sebelumnya
memang saya sudah penasaran, bagaimana orang-orang bisa tampil di dunia digital
dengan personanya masing-masing? Rasa penasaran itu akhirnya terjawab oleh
tugas-tugas kuliah yang salah satunya adalah memanfaatkan media digital.
Komunikasi dan Penyiaran Islam dengan segala dinamika kehidupan
saat ini, tentu sangat relevan dengan media digital seperti YouTube, Instagram,
dan lainnya. Karena orang-orang sekarang ngumpulnya di sana semua, jadi dalam
penyebaran dakwah pun kita harus terus relevan dengan zaman. Hal itu yang
kemudian membuat saya dan teman-teman kelas diajak untuk mencoba dan mengetahui
bagaimana dunia digital itu bekerja.
Tugas di beberapa mata kuliah saya, bersinggungan langsung dengan
platform digital. Semester 1, 2, dan 3 ada beberapa mata kuliah yang tugasnya
adalah membuat video dan di upload ke YouTube, baik yang sifatnya pribadi
seperti presentasi makalah dan vlog, atau yang berkelompok seperti video dokumenter.
Semester 3 juga diwarnai oleh tugas konten. Kami membuat konten yang menarik
lalu di posting di Instagram, satunya lagi kami diajak untuk membangun personal
branding dengan memposting apa saja di Instagram untuk memberi tahu dunia bahwa
‘aku ingin dikenal sebagai ini-itu’.
Saat mendapat tugas dari dosen, yang pertama dilakukan adalah
memikirkan apa yang akan dibahas. Tema yang diberikan dosen kadang berbeda
antar mahasiswa, tapi pernah juga semua dibuat sama. Lalu dari tema itu dibuatlah
materi menyeseuaikan dengan format tugas yang dosen minta. Jika tugasnya
berbentuk video, materi itu dibuat seolah naskah agar memudahkan nanti saat
proses take. Jika tugasnya berbentuk konten Instagram, materi itu dibuat lebih
simpel dan ringkas. Biasanya ditambah hook di awal dan call to action di
belakang.
Dengan alat seadanya, tugas-tugas itu dibuat semaksimal mungkin.
Ada yang harus rela bayar untuk berlangganan aplikasi pro, agar hasil dari
tugasnya lebih proper dan keren. Ada yang bingung cari bantuan karena gak bisa
nyelesain tugas sendirian. Ada yang pasrah, mau bagus mau jelek yang penting
selesai. Deym.
Misalnya proses pembuatan video, itu tidak semudah seperti yang
dipikirkan. Materi yang disampaikan harus benar-benar dimakan. Kalau
tidak dimakan, kita akan terpaku pada
naskah dari pembukaan hingga penutupan. Jatuhnya malah kayak baca berita, kan? Kadang harus retake karena salah dan lupa, harus menggunakan hp yang khusus
record suara, harus mengalah dan berhenti record pas hujan gak reda-reda. Semuanya
dilewati dengan penuh sabar, walaupun otak rasanya berkobar.
Tugas-tugas seperti itu sudah lebih dari cukup untuk menjadi bekal saya,
dalam memahami bagaimana dunia digital bekerja. Bertemu dengan beberapa dosen
yang karakteristiknya berbeda, membuat pemahaman terhadap dunia digital tidak
hanya dimengerti melalui satu pintu saja. Memahami satu hal dari banyak
pandangan membuat kita tidak hanya tahu apa yang kita hadapi, tapi juga
memahami bagaimana cara menguasai hal itu dari segala sisi.
Sejauh ini (ya walaupun gak jauh-jauh amat), ada perbedaan yang
saya rasakan saat menggunakan media digital. Misal antara Instagram dan YouTube, mereka memiliki perbedaan. Konten di instagram lebih ringan, singkat,
dan fleksibel. Sedangkan konten di YouTube terasa lebih serius dan
penyampaiannya terperinci. Dengan perbedaan itu tentunya juga membuat Instagram dan YouTube memiliki kelebihan dan kekurangannya tersendiri.
Kalau Blog, sesuai dengan pengalaman saya yang masih belum lama ini,
ya hanya dibuat untuk sharing karya. Baik cerita, berita, dan lainnya. Website Blog yang saya gunakan ini berawal karena terinspirasi dari seseorang. Saya suka
menulis sejak masih di pesantren. Dengan canggihnya media digital, saat ini menulis
tidak perlu di buku lagi. Dimanapun dan kapanpun, orang bisa membaca karya kita
hanya dengan membuka laman Blog. Ya, walaupun sulit untuk konsisten. Itu dosa
saya pada diri saya sendiri. Huhu.
Dengan berkembangnya teknologi saat ini, Instagram, YouTube, dan Blog tidak lagi menjadi pintu utama platform digital dalam penyebaran
informasi. Munculnya aplikasi seperti tiktok, membuat dunia digital semakin penuh
warna-warni. Dengan karakteristik yang berbeda-beda, semua platform digital ini
harus diisi dengan konten yang bermanfaat dan menginspirasi.
Karena semakin hari, isi konten digital sudah mulai menjauh dari
subtansi yang terpuji. Banyak berseliweran orang-orang yang maksiat sana-sini,
haus validasi, hingga perpecahan silaturahmi karena pilihan politik yang
terpolarisasi.
Setelah panjang lebar membahas dunia pertugasan. Satu hal yang tak
kalah penting daripada sabar, tekun, dan teliti, adalah hadist Rasulullah yang
diriwayatkan oleh Muslim dan Bukhari. Bahwa, “Sesungguhnya, segala sesuatu itu
tergantung pada niatnya.” Ini pondasi yang wajib ada. Karena kompas yang rusak,
tidak akan berhasil mengantarkan kamu ke tempat tujuan. Kecuali kamu pake
google maps.
Terimakasih sudah membaca. Segala kekurangan berasal dari kebodohan saya, kalo kelebihan berarti kamu gak bawa uang kecil.

Komentar
Posting Komentar