
Tahun 2023 menjadi akhir saya menjadi bagian dari FLP Banyuanyar. Di tahun terakhir itu saya dipilih untuk mengurus bulletin Orion yang tiap bulannya harus terbit. Dan yang ngurus-ngurus bulletin ini biasanya disebut pimred, pimred biasanya dipegang oleh ketua harian. Lepas dari rahim FLP Banyuanyar, saya gabung di FLP Pamekasan. Kebetulan ditawari oleh salah satu senior dan saya disuruh untuk minta surat rekom ke PJ Banyuanyar. Hitam di atas putih selesai, saya resmi menjadi bagian dari FLP Pamekasan. Salam Literasi!
Selasa pekan lalu, saya disuruh untuk ikut rapat kegiatan. Ternyata, FLP Pamekasan, Bengkel Muslimah, dan TBM Maos hendak mengadakan acara kolaborasi. Acaranya menarik, kami akan nonton bareng film inspiratif “Jumbo” lalu setelah itu kami akan diminta untuk menulis cerita anak yang terinspirasi dari film itu.
Beberapa hal yang perlu disiapkan pun segera dipersiapkan. Seperti flyer, undangan delegasi ke beberapa FLP ranting dan sekolah, hingga yang terpenting, booking studio di KCM. Bayangkan semua peserta yang 100 kuota itu sudah sampai di KCM tapi panitia belum booking studio? Yang bener aja? Rugi dong?
Tapi aman. Ketupat sudah mengurus booking-membooking itu langsung dengan admin KCM. Kami kebagian studio 2 jam 08.00-11.00. Dengan segenap pembukaan, film Jumbo yang ditunggu-tunggu resmi diputar sekitaran jam 08.30. Saya terlempar seketika ke masa kecil, anteng menonton film dan sesekali menahan air mata jatuh saat Don menyanyikan lagu buatan ibunya. (Suara alunan melodi sedih dari kejauhan)

Film selesai dan masih ada waktu sisa 30 menit yang kemudian diisi materi kepenulisan oleh Kang Emmus, salah satu penulis cerita anak. Habis itu kami break. Sebagian memilih untuk solat lalu makan, ataupun sebaliknya.
Istirahat selesai, kami lanjut ke tahapan menulis cerita anak. Para peserta mulai menulis dan bebas ingin menulis di manapun selagi tidak keluar dari area KCM. Sebagian besar peserta dari siswa sekolah. Ingat pada kata-kata dari Pak Sujud, bahwa ‘Yang sudah boleh pulang’. Ya sudah. Peserta yang selesai menulis dan menyetorkan ke panitia sudah boleh pulang.

Hari ini selesai dengan tenang. Saya sengaja tidak ngebut di perjalanan pulang karena ingin menikmati sore yang ramai dengan kendaraan dan ingin menjaga diri dari kecelakaan. Karena semakin ngebut bukan hanya semakin dekat dengan tuhan, tapi juga semakin dekat dengan pengumuman kematian.
Komentar
Posting Komentar